Sabtu, 06 Juni 2015

PENGARUH BANGSA ASING TERHADAP MAKANAN INDONESIA

PENGARUH BANGSA ASING TERHADAP MAKANAN INDONESIA



Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam jenis makanan yang tersebar di setiap daerahnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri-ciri khas makanan yang berbeda-beda. Makanan khas setiap daerah dapat mencerminkan sejarah daerah tersebut terutama pada makanan tradisional. Namun, beberapa makanan khas daerah Indonesia merupakan pengaruh dari bangsa lain. Pengaruh tersebut akibat dari masuknya bangsa lain ke Indonesia.

Pengaruh bangsa lain terhadap makanan di Indonesia sangat erat. Sejarah mencatat bahwa sejak zaman kerajaan banyak bangsa lain yang datang ke Indonesia. Rijsttafel merupakan perpaduan budaya makanan pribumi dan Eropa sebagaimana tampak dalam pelayanan dan tata cara makanan serta jenis hidangannya. Pengaruh Eropa terhadap kuliner Indonesia memang tampak jelas, namun sebenarnya lingkungan alam dan budaya pribumi juga mempengaruhi dunia kuliner Eropa. Sehingga beberapa masakan daerah Indonesia juga terpengaruh oleh Rijsttafel karena Indonesia merupakan salah satu negara jajahan kolonial Eropa.
                          


Belanda merupakan negara yang memiliki pengaruh besar terhadap makanan Indonesia, khususnya jawa. Hal ini di sebabkan pada masa penjajahan Belanda pertama kali membangun daerah kekuasaannya di Jawa. Pada akhir kekuasaan VOC, banyak bangsa Belanda yang tinggal, menetap dan menikah dengan masyarakat Indonesia. Akibat dari menetapnya bangsa belanda membuat pengaruh terhadap makanan di Jawa. Sup sohun belanda, Sup kacang polong belanda, dan Bistik djawa merupakan contoh pengaruh bangsa belanda terhadap makanan di Indonesia.

Pengaruh bangsa lain juga dapat berdampak negatif bagi makanan di Indonesia seperti Junk Food. Makanan junk food adalah makanan yang memiliki sedikit kandungan gizi, atau makanan yang sebetulnya kandungan nutrisinya cukup tapi mengandung zat-zat yang tidak sehat kalau dikonsumsi terus-menerus. Munculnya produk makanan  “Junk Food” di Indonesia seperti MCDonal’s, Mie Instan, dan produk asing lainnya berdampak bagi makanan asli Indonesia dan kesehatan. Akibat dari munculnya produk makanan asing tersebut membuat masyarakat Indonesia beralih ke makanan Junk Food karena penyediaannya yang cepat dan praktis.  Perkembangan pesat produk makanan asing di Indonesia membuat produk makanan asli Indonesia dilupakan. Selain itu, Junk Food juga dapat berdampak pada kesehatan seperti kolesterol, jantung, stroke, dan lain-lain.

Ciri-ciri makanan golongan junk food adalah :
·         Mengandung lemak jenuh yang tinggi,
·         Bergula tinggi,
·         Kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral,
·         Mengandung banyak sodium (garam-garaman),
·         Mengandung banyak kolesterol,
·         Mengutamakan citarasa.

Kehadiran bangsa asing di Indonesia sangat berpengaruh pada makanan Indonesia. Pengaruh bangsa lain terhadap makanan di Indonesia dapat berdampak positif dan negatif. Makanan asli suatu negara/daerah merupakan suatu identitas negara/daerah tersebut.  Sehingga perlu pengawasaan dalam mengatur pengaruh bangsa asing terhadap makanan asli Indonesia. Dengan begitu pelestarian akan makanan asli/tradisional Indonesia dapat terjaga, karena makanan tersebut menjadi identitas setiap daerah di Indonesia.






Daftar Pustaka

Anna, Lusia Kus. 2011. Junk Food, Serba Cepat tapi Tak Lengkap. http://health.kompas.com/read/2011/02/18/10464266. Diakses pada 4 Mei 2015

Rahman, Fadly. 2011. Rijsttafel Budaya Kuliner Indonesia Masa Kolonial 1870-1945.   Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Indonesia

Susanti, Anik. 2013. “Akulturasi Budaya Belanda dan Jawa (Kajian Historis pada Kasus Kuliner Sup dan Bistik Jawa Tahuin 1900 – 1945)”. Avatara Volume 1 No. 3. http://ejournal.unesa.ac.id /index.php/avatara/article/view/3415. Diakses pada 4 Mei 2015 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar